PC Saya Bakal Kuat Gak, Ya? Sekilas Tentang Benchmark

PC Saya Bakal Kuat Gak, Ya? Sekilas Tentang Benchmark

Hardware PC yang kamu pilih kuat nggak ya buat kebutuhan kamu? Udah cek system requirement software-nya tapi masih ragu? Perkenalkan, benchmark.

Benchmark adalah istilah yang digunakan untuk pengukuran performa suatu hardware PC, dengan software tertentu, kadang relatif terhadap performa hardware lainnya. Biasanya benchmark ini ada sistem skornya. Untuk apa skor itu?

Masih ingat dengan system requirement? Kalau lupa atau belum tahu, boleh baca di sini.

Misalnya, kamu membutuhkan PC untuk melakukan suatu pekerjaan menggunakan software ABC. Menurut website resmi software tersebut, kamu membutuhkan PC dengan CPU minimal Intel Core i3-6100. Dalam sebuah software benchmark, Core i3-6100 memiliki skor 5487. Harga barunya di pasaran masih di atas Rp 1,5 juta. Harga tersebut masih di atas budget yang kamu miliki. Kamu pun mencari alternatif lain.

Kamu menemukan Intel Pentium Gold G5400, sebuah CPU yang cukup baik dengan harga di bawah Rp 1 juta. Namun setelah kamu periksa skor benchmark-nya menggunakan software yang sama, skornya ternyata masih di bawah skor i3-6100. Kamu pun mencari lagi, sekarang keluaran brand pesaing: AMD. Kamu menemukan AMD Ryzen 3 3200G dengan harga sekitar Rp 1,4 juta. Skor benchmark-nya? Ternyata 7000-an! Sudah lebih dari kebutuhan minimal untuk software yang akan kamu gunakan. Untuk budget CPU yang hanya Rp 1,5 juta, akhirnya kamu memutuskan untuk memilih Ryzen 3 tersebut.

Bermodalkan pengetahuan sederhana tentang benchmark, kamu lebih mampu mengambil keputusan yang ekonomis untuk kebutuhan PC kamu. Walaupun begitu, contoh kasus di atas hanya penyederhanaan saja. Praktek nyatanya sedikit lebih kompleks. Tapi, jangan takut! Saya akan membagikan beberapa tools benchmarking yang biasa saya gunakan untuk riset calon hardware yang akan saya beli.

Tenang, tools yang saya gunakan ini hampir semua adalah website nya. Saya tidak menggunakan programnya sendiri (kecuali PC Mark 10) karena biasanya program-program benchmark-nya ini perlu didownload dan berbayar.

UserBenchmark

Website ini paling sering muncul di halaman pertama Google search kalau kamu mencari perbandingan performa antara dua hardware PC. Ya, cukup ketik [nama hardware 1] vs. [nama hardware 2] di pencarian Google maka kamu akan menemukan hasilnya dari UserBenchmark di halaman pertama.

Contoh perbandingan i3-8100 vs i7-2600 di UserBenchmark

Selain untuk membandingkan performa (relatif) CPU, UserBenchmark juga bisa digunakan untuk GPU dan komponen lainnya. Seperti pada gambar, di atas, performa komponen yang kamu bandingkan bisa dilihat dari segi gaming, pemakaian sehari-hari (desktop), atau workstation. Performa workstation ini biasanya berkaitan dengan, misalnya, editing, rendering, desain, coding, dsb.

Kalau kamu berencana upgrade komputer, kamu bisa menggunakan fitur build pada situs ini. Fitur ini bisa digunakan untuk membandingkan performa (relatif) desktop PC kamu sebelumnya dengan PC yang akan kamu rakit. Dengan catatan, kamu sudah tahu daleman PC kamu itu seperti apa.

Contoh, perbandingan peforma desktop PC saya yang sekarang (kiri) dan rakitan impian saya (kanan, yang gatau jadinya kapan, hiks)

Bagi yang fokus ke performa gaming, UserBenchmark menyediakan pula fitur perkiraan FPS (Frame Per Second). Fitur ini memuat beberapa judul game populer. Estimasi FPS nya berdasarkan komponen hardware yang kamu pilih. Tinggal pilih judul game nya. Lalu pilih setting kualitas grafisnya (low, medium, high, dst.). Lanjut pilih resolusinya (720p, 1080p, dst.), lalu pilih GPU dan CPU milik kamu atau yang rencananya akan kamu beli.

Contoh perhitungan estimasi FPS GTA V di setting grafis High, resolusi 720p, dan GPU Nvidia GTX 750 Ti

Seperti pada gambar di atas, kamu akan mendapatkan hasil estimasi FPS rata-rata dari jumlah sampel yang tersedia di web tersebut. Untuk contoh pada gambar, saya mendapatkan estimasi rata-rata FPS nya sebesar 68.1 (lingkaran merah). Kenyataannya tentu bisa berbeda, karena estimasi tersebut hanya rata-rata. Tapi biasanya, sih, tidak beda jauh.

Sedikit catatan, tidak semua hardware “terdaftar” di UserBenchmark. Saya pernah mencoba membandingkan performa CPU saya (Intel Core i5-3570). Niatnya dibandungkan dengan AMD Ryzen 3 2300X. Tapi sayang, Ryzen 3 2300X tidak ada di daftar CPU UserBenchmark. Selain itu, harga yang tertera di UserBenchmark tidak selalu akurat. Harga yang muncul di sana adalah harga menurut pasaran luar (biasanya pasar Amerika). Lalu harga itu dikonversi secara otomatis ke Rupiah berdasarkan kurs pada hari kamu mengakses situsnya.

PassMark

Situs ini adalah situs pertama saya dalam mengenali apa itu benchmark. Sebetulnya, ini adalah situs software benchmark dan awalnya hanya fokus pada CPU. Sekarang, PassMark juga bisa digunakan untuk perbandingan GPU, RAM, hingga media penyimpanan (HDD/SSD). Bahkan untuk benchmarking smartphone (Android/iOS) pun sekarang ada!

Berbeda dari UserBenchmark. benchmarking dengan PassMark menggunakan sistem skor. Skor ini sebetulnya muncul dari software-nya sendiri yang sudah didownload penggunanya untuk mengukur performa hardware miliknya.

Contoh daftar CPU di situs PassMark (CPU), disusun berdasarkan abjad. Urutan bisa diubah juga berdasarkan ranking, skor, maupun harga CPU (dalam USD)

Daftar CPU di situs PassMark bisa saya katakan sangat lengkap. Kalau kamu merasa sulit menemukan CPU yang hendak kamu cari, kamu bisa manfaatkan kolom pencarian seperti yang ditandai pada gambar.

Contoh tampilan skor benchmark CPU yang dipilih (pada contoh ini dipilih Intel Core i7-2600)

Nama CPU pada list itu bisa diklik dan ditelusuri hingga kita mendapatkan detail benchmark CPU tersebut. Seperti pada gambar, misalnya, kita bisa tahu skor PassMark CPU tersebut sekaligus spesifikasinya. Skor PassMark ini biasanya terbagi dua: skor overall (keselurhan) dan skor single thread. Kalau di contoh pada gambar di atas, skor overall dari i7-2600 adalah 5383. Sementara, skor single thread-nya 1757. Angka 8036 adalah jumlah sampel dari i7-2600 yang menggunakan PassMark untuk proses benchmark-nya.

Overall PassMark mengukur performa CPU secara “menyeluruh”, sedangkan skor single thread mengukur performa CPU tersebut “untuk satu core-nya saja”. Simpelnya sih begitu. Kenapa perlu ada pengukuran performa single thread? Tidak semua program dibuat untuk bisa memanfaatkan semua core/thread CPU yang tersedia. Sebetulnya bahasan ini agak cukup panjang, jadi silakan baca-baca soal single threading di sini.

Kita kembali ke PassMark. Di situs ini kita juga bisa membandingkan performa beberapa hardware lewat skor nya. Dari tampilan detail CPU seperti pada gambar di atas, kamu tinggal klik tombol Compare (tanda merah pada gambar). Setelah itu kamu bisa klik ikon timbangan di bagian pojok kanan atas halaman. Nanti kamu akan berada pada halaman di mana kamu bisa menambahkan hingga 2 hardware lagi untuk dibandingkan.

Ya, situs PassMark bisa membandingkan hingga 3 hardware secara sekaligus.

Contoh benchmark Intel Core i7-2600 vs i3-8100 di PassMark.

Secara kasar, skor PassMark (CPU Mark pada gambar) yang lebih tinggi berarti performa lebih baik. Kalau menurut contoh di atas, i3-8100 memiliki performa “lebih baik” ketimbang i7-2600. Masih percaya i7 selalu lebih baik dari i3? Hehe.

PC Mark 10 (3DMark)

PC Mark 10 adalah salah satu varian produk dari 3DMark. Software ini cukup terkenal untuk mengukur performa (benchmarking) PC secara umum. Ada tiga kategori tes benchmark dari PC Mark 10. Ada tes untuk penggunaan PC secara mendasar (essentials), untuk kegiatan kantoran (productivity), dan pembuatan konten (Digital Content Creation/ DCC).

Diagram kategori tes benchmark PCMark 10

Terlihat pada gambar, kegiatan seperti penggunaan Ms Office itu termasuk dalam kategori Productivity pada PCMark 10. Sedangkan, kategori Essentials atau yang kita bayangkan sebagai penggunaan PC standar hanya mencakup internetan atau streaming.

Seperti halnya dalam PassMark, PCMark 10 pun menggunakan sistem skor untuk proses benchmark-nya. Lalu, bagaimana cara benchmark menggunakan PCMark 10 tanpa harus download? Untuk memeriksa perkiraan skor benchmark pc kamu di website resmi PCMark 10, kamu perlu masuk dulu ke halaman utama 3DMark, lalu pilih menu Result.

Halaman utama situs resmi 3DMark

Di halaman Result, kamu akan menemukan dropdown menu untuk memilih software benchmark-nya. Pilih PCMark 10, tentunya. Lalu, pilih tab Advanced Search. Di tab itu, kamu bisa mengetik untuk mencari CPU dan GPU yang mau kamu ukur performanya.

Halaman Result 3DMark ini berisi seluruh skor benchmark semua orang yang pernah melakukan benchmark menggunakan PCMark10 di PC-nya masing-masing

Setelah kamu mengetik/mencari CPU dan GPU pilihan kamu, tinggal klik tombol Search yang berwarna jingga. Setelahnya, akan muncul daftar skor benchmark PC yang menggunakan CPU dan GPU pilihan kamu juga. Bisa jadi hasilnya ada beberapa. Bisa jadi juga tidak ada skor benchmark yang muncul.

Contoh hasil benchmark salah satu PC yang menggunakan Intel Core i5-3570 dan Nvidia GTX 750Ti

Halaman web ini pada dasarnya adalah database skor benchmark PCMark 10 dari seluruh PC, dengan konfigurasi hardware yang berbeda. Makanya, skor benchmark dari PC dengan CPU dan GPU pilihan kamu bisa jadi tidak (atau belum) ada.

Pada contoh gambar di atas, saya memilih CPU dan GPU yang saya gunakan pada PC milik saya. Pada halaman tersebut, terdapat skor keseluruhan, Essentials, Productivity, dan skor DCC. Itu pun beserta detailnya.

Tadi disebutkan, di halaman Result, akan muncul beberapa skor benchmark PC dengan CPU dan GPU yang kamu pilih. Lalu, pilih yang mana untuk melihat detailnya? Itulah (sedikit) repotnya menggunakan metode ini. Kamu perlu memilih beberapa sampai menemukan spesifikasi PC yang kurang lebih sama dengan milik/keinginan kamu.

Contoh detail spesifikasi PC yang sedang kamu lihat detail skor benchmark-nya

Nanti, dari halaman detail skor benchmark PC yang kamu pilih, kamu bisa scroll sampai bagian akhir halaman. Kamu akan menemukan detail spesifikasi PC nya.

Lantas, kalau sudah tahu skornya, bagaimana? Gimana saya bisa tahu PC saya kuat buat keperluan saya? Dalam halaman panduannya, UL (perusahaan developer software 3DMark dan seluruh variannya), memberikan rekomendasi skor berdasarkan kebutuhan PC nya.

Untuk keperluan sederhana (browsing, streaming, video-call), UL merekomendasikan minimal 4100 untuk skor Essential-nya. Buat kamu yang butuh PC untuk mengerjaak dokumen Ms. Word, Ms. Excel, atau konten media yang tidak terlalu berat, skor Productivity-nya minimal 4500. Sementara untuk yang berniat melakukan editing foto/video atau membuat animasi 3D, dan lain sebagainya, skor DCC-nya minimal 3450.

Kalau kamu berminat membeli sendiri software nya, kamu bisa membeli di platform Steam. Sampai akhir Maret 2020, UL memberikan diskon harga besar-besaran untuk PCMark 10. Harganya menjadi Rp20.999,- (harga normalnya Rp139.999,-).

Youtube

Apa urusannya situs streaming video dengan benchmark? Ingat, tujuan benchmark itu kan supaya kita tau “PC saya/yang akan saya beli kuat gak sih buat blablabla?”. Kenapa tidak cari langsung pengalaman orang lain yang menggunakan PC dengan spek yang sama dengan milikmu?

Walaupun biasanya video review performa/benchmarking macam ini lebih fokus pada gaming, video macam ini sebetulnya cukup banyak di Youtube. Kamu penasaran apakah i5-2400 dengan GT 1030 punya kamu kuat main Apex Legend? Langsung cari aja “Apex Legend i5-2400 GT 1030” di pencarian (search) Youtube. Kamu akan menemukan hingga banyak video, untuk berbagai resolusi (HD, Full HD, dll.).

Seperti di video ini, kamu bisa melihat performa i5-2400 dan GT 1030 dalam memainkan Apex Legend. Video tersebut juga membandingkan performa gamingnya dalam resolusi 720p (HD), 900p, dan 1080p (Full HD).

Penutup

Sebetulnya, masih banyak lagi platform/software benchmark untuk mengukur performa PC milik kamu. Maunya sih saya tuliskan juga di sini tapi jadinya nanti tulisannya terlalu panjang hehe. Namun, perlu diingat, semua metode benchmarking yang dituliskan di sini hanyalah perkiraan. Tidak mungkin 100% akurat, apalagi kalau digunakan untuk mengukur performa hardware yang tidak/belum kamu punya. Performa sebuah PC tidak ditentukan oleh hanya 1-2 komponennya.

Semoga tulisan ini bisa membantu memudahkan awal pencarian kamu pada hardware PC yang performanya kamu butuhkan. Kalau masih bingung, jangan takut kontak saya untuk konsultasi 🙂

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *