Intel atau AMD? Tentang CPU dan Panduan Memilihnya

Intel atau AMD? Tentang CPU dan Panduan Memilihnya

CPU Intel vs AMD

Salah satu pertanyaan besar dalam merakit PC, terutama bagi yang baru merakit, adalah memilih CPU. Mau pilih prosesor Intel atau AMD? Butuh berapa core?

Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya kita pahami dulu apa itu CPU sebenarnya. Ingat, artikel penjelasan ini hanya penyederhanaan saja supaya lebih mudah di mengerti.

Central Processing Unit: CPU

CPU ini dikenal juga dengan sebutan prosesor. Jika sebuah PC diibaratkan sebagai tubuh manusia, CPU adalah otaknya. Prosesor sebuah PC bertugas untuk memproses, persis seperti namanya. CPU memproses informasi yang masuk untuk dieksekusi menjadi keluaran (output) tertentu. Setiap ketikan, setiap mouse click, dll. akan diproses oleh CPU untuk menjadi output. Entah itu di monitor, speaker, printer, dan lain sebagainya.

CPU dijual mulai dari kelas konsumen rumahan hingga skala server perusahaan. Sejauh ini, hanya ada 2 brand dominan yang memproduksi CPU untuk PC desktop maupun laptop: Intel dan AMD. Sebelum memilih CPU, ada setidaknya 3 hal penting yang perlu diperhatikan selain mereknya. Apa saja sih?

Core Count

Dalam memilih CPU, kalian pasti akan mendengar istilah core atau thread. Sebetulnya kedua hal ini berbeda walaupun kadang dua-duanya bisa disebut sebagai core. Ada phyisical core (core secara fisik) dan logical core (core dalam arti non fisik). Core dalam CPU adalah sebuah execution unit. Artinya, dalam sebuah prosesor, core ini lah yang sebetulnya bekerja untuk mengeksekusi instruksi data/informasi. Lebih banyak core, berarti lebih banyak yang bekerja secara bersamaan. Begitu lah kurang lebih sederhananya.

Lalu bedanya core (physical core) dan thread (logical core) itu apa? Mari kita misalkan core adalah sebuah loket pelayanan. Instruksi data/informasi yang akan diproses adalah orang-orang yang mengantri untuk dilayani di loket. Jika sebuah prosesor memiliki 4 core 4 thread, maka ibaratnya ada 4 loket pelayanan (core) dan ada 4 jalur antrian (thread). Setiap loketnya hanya memiliki satu antrian pelayanan.

Dalam contoh lain, sebuah prosesor memiliki 6 core 12 thread. Maka, bisa diibaratkan, ada 6 loket pelayanan (core) dan 12 antrian (thread). Jadi, tiap satu loket melayani 2 antrian sekaligus.

Memangnya bisa?

Tentu saja. Secara umum, teknologi ini mempunyai istilah SMT, singkatan dari Simultaneous Multi Threading. Kalau di kubu Intel, istilah ini dipatenkan (trademark) dengan sebutan Hyperthreading. Sebetulnya SMT dan Hyperthreading ini dua teknologi yang sama. Namanya saja yang berbeda. Teknologi SMT hadir untuk meningkatkan efisiensi kerja sebuah prosesor.

Pasalnya, set instruksi (antrian) yang akan diproses oleh core (loket pelayanan) ini seringnya datang bergerombol. Rombongan gitu, sepaket. Ada kalanya sebuah core (loket pelayanan) kedatangan rombongan antrian yang agak ribet. Misalnya, dia belum bisa dilayani sebelum bagian dari rombongannya di loket yang lain selesai diproses. Jika hanya ada satu antrian (thread) pada loket (core) tersebut, otomatis loket tersebut bakalan gabut dong? Nah, teknologi SMT/Hyperthreading ini hadir supaya loket (core) yang mengalami situasi seperti barusan bisa langsung memproses antrian sebelahnya (thread) supaya PC kamu bekerja lebih efisien.

Clock Speed

Lalu, apa itu clock speed? Ini bagian di spesifikasi prosesor yang biasanya ditulis dengan satuan GHz. Simpelnya, kalau kecepatan mobil/motor itu diukur dengan satuan km/jam, nah kecepatan seluruh loket (core) di prosesor melakukan pelayanannya itu diukur dengan satuan GHz.

Secara umum, semakin tinggi angka clock speed-nya, performa CPU nya semakin bagus, walaupun tidak selalu. Performa CPU, selain dipengaruhi oleh clock speed, juga dipengaruhi oleh rancangan microarchitecturenya. Kalau dengan analogi “loket pelayanan” tadi, microarchitecture itu seperti birokrasi pelayanan loket nya. Ribet atau ngga. Kalau loketnya (core) banyak tapi prosedur dan birokrasinya ga bagus (microarchitecture), masih bisa kalah efisien sama yang loketnya dikit tapi birokrasinya oke.

CPU AMD FX-9590 vs Intel Core i5-9400F
Performa AMD FX-9590 vs Intel Core i5-9400F

Seperti pada contoh di atas. Prosesor AMD FX-9590 memiliki 8 core dengan clock speed 4.7 GHz. Turbo/boost clock-nya bahkan mencapai 5 GHz. Tapi performanya, menurut PassMark, masih kalah dari Intel Core i5-9400F yang memiliki 6 core dan clock speed “hanya” 2.9 GHz.

TDP

Selanjutnya adalah tentang TDP. Apa itu? Dia ini singkatan dari Thermal Design Power. Ada juga yang mengartikan huruf P nya dengan Point. Simpelnya, TDP adalah ukuran seberapa besar daya yang diperlukan untuk mendinginkan prosesor ketika bekerja optimal.

Jadi, jangan salah kira lagi, TDP tidak sama dengan konsumsi daya dari prosesor itu sendiri. Bukan. Konsumsi daya biasanya lebih tinggi dari TDP. Kalau ada CPU dengan spesifikasi TDP, misalnya, 65 watt, maka kita harus menyiapkan pendingin prosesor dengan TDP minimal 65 watt juga. Biasanya sih pendingin bawaan CPU (stock cooler) sudah cukup untuk mendinginkan CPU-nya dalam kondisi normal. Pendingin CPU ini biasanya kita kenal di pasaran dengan istilah Heat Sink Fan (HSF).

Jadi, pilih CPU yang mana?

Soal ini pada akhirnya kembali lagi pada apa kebutuhan PC kamu. Tidak selamanya “Intel lebih bagus dari AMD” atau “AMD bagus buat rakitan murah”. Ada jamannya ketika CPU Intel jauh lebih populer dan lebih baik ketimbang AMD. Begitu juga sebaliknya. Misal, dalam kurun waktu sekitar 2011 – 2017, Intel jelas mendominasi pasaran CPU dengan seri Core i nya (i3, i5, i7). Jika pilihan kamu jatuh pada prosesor bekas keluaran sekitar tahun tersebut, CPU intel masih jauh lebih bagus.

Tapi ceritanya lain ketika AMD mulai memproduksi CPU dengan microarchitecture Zen beserta turunan-turunannya sejak 2017. Pengguna ditawarkan dengan produk-produk seperti Ryzen 3, Ryzen 5, hingga Ryzen 7. Bahkan sekarang udah sampai seri Ryzen 9. Untuk yang budgetnya terbatas tapi pengen prosesor AMD dengan microarchitecture Zen, kamu bisa mencari AMD Athlon seri terbaru (Athlon 200GE, 220GE, 240GE, hingga 3000G).

Secara umum, untuk penggunaan PC dengan Windows 10, setidaknya kamu butuh minimal prosesor dengan 4 thread. Lebih baik lagi kalau 4 thread ini memang ditenagai dengan 4 physical core, terutama jika kamu berniat untuk main game. Untuk penggunaan ringan sehari-hari, kamu bisa memilih prosesor 2 core 4 thread. Kalau di kubu Intel, ada Pentium G5400 sedangkan di AMD ada Athlon 200GE (atau 3000G).

Kenapa butuh 4 thread untuk Windows 10? Versi Windows ini background process-nya, apalagi versi release setahun kemarin yang terkenal banyak bug-nya. Kalau kamu masih pake Windows 7 atau mungkin Ubuntu, prosesor dual core masih nyaman dipakai.

Sedangkan untuk kamu yang butuh PC untuk editing, rendering, dsb., semakin banyak core akan semakin baik. Setidaknya 4 core 8 thread lah. Untuk prosesor second, kamu bisa pilih dari Intel Core i7-2600 hingga Ryzen 5 1500X. Tapi ingat, riset lebih jauh lagi supaya kamu bisa dapet performa optimal di budget yang kamu rencanakan. Jangan lupa baca-baca tentang benchmarking.

Jangan lupa juga baca tentang panduan memilih prosesor Intel dan AMD yang lebih detail.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *